Warna Bagi Kita
7:55 p.m. Edit This 0 Comments »
Pernahkah terpikir , seperti apa hidup tanpa warna?... bayangkan jika kita, langit, tumbuhan, bunga-bunga, rumput-rumput dan lainnya segala hal disekeliling kita tak memiliki warna. Bayangkan jika itu semua hanya berwarna hitam putih. Hitam dan putih itu masih termasuk warna, susah bagi kita untuk membayangkan hidup tanpa warna. Bayangkan jika kita hidup tanpa warna, bagaimana kita membedakan benda satu dengan yang lainnya??? Betapa pentingnya warna bagi hidup kita. Dia berperan penting dalam komunikasi dengan dunia luar, dalam kelancaran fungsi ingatan, dan dalam pemenuhan fungsi belajar otaknya. Karena pendengaran dan sentuhan saja tidak cukup untuk mendefinisikan sebuah objek. Tidak hanya untuk mendefinikan objek, keselarasan warna memberikan kenikmatan bagi jiwa manusia. Untuk melihat keselarasan itu, kita diberikan sepasang mata dengan rancangan yang sangat sangat istimewa dan luar biasa. Dan manusia merupakan makhluk di bumi yang dapat merasakan keteraturan itu, karena manusia mempunyai kemampuan berpikir dan nalar.
Lantas, apa yang membuat bumi beraneka warna? Bagaimana warna-warna itu membuat dunia kita menjadi begitu amat indah? Siapa yang merancang keanekaragaman dan keselarasan diantara warna-warna tersebut? Bisakah kata “kebetulan” menjadi jawabannya atau mungkin rangkaian kata “muncul begitu saja” yang jadi jawabannya? Tentu saja bukan itu jawabannya, kebetulan-kebetulan tak terkontrol tidak dapat menciptakan apapun, apalagi sampai miliaran warna. Sebagai contoh, ketika seseorang melihat sebuah lukisan yang menggambarkan bunga, dia tidak akan berkata bahkan berpikir bahwa keselarasan warna, keteraturan pola dan desain dalam lukisan ini muncul begitu saja karena kebetulan. Tentulah orang tersebut mengakui adanya keberadaan pelukis yang membuat lukisan itu. Begitu pula dengan dunia kita ini, lingkungan multiwarna di sekeliling yang penuh keselarasan dan demikian indah tentu ada penciptanya. Pencipta ini adalah Allah, yang tidak bersekutu dalam penciptaan, yang menciptakan sesuatu dengan penuh keselarasan, dan yang menempatkan kita di dunia ini dalam limpahan banyak keindahan dengan jutaan warna. Semua yang Allah ciptakan selaras sempuran satu dengan yang lainnya. Allah menggambarkan keunikan seni-Nya dalam penciptaan melalui ayat Al Qur’an:“ Dialah yang menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Tidak akan kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pengasih. Maka lihatlah sekali lagi, adakah kamu melihat sesuatu yang cacat? Kemudian ulangi pandanganmu sekali lagi, niscaya pandanganmu akan kembali kepadamu tanpa menemukan cacat dan pandanganmu dalam keadaan letih ”(QS. Al Mulk: 3-4)
Apakah warna itu? Bagaimana warna di buat?
Setiap makhluk hidup dan objek yang padanya diberikan cahaya memiliki warna, maka kondisi pertama untuk pembentukan warna diperlukan cahaya. Setelah cahaya keberadaan alat yang mengindra gelombang cahaya yakni mata. Ada tahap terakhir yang harus dipenuhi agar kita dapat melihat warna yaitu interpretasi sinyal listrik sebagai warna oleh saraf yang sangat kusus di dalam pusat penglihatan otak. Semua proses ini berada dalam keseimbangan yang rumit, tanpa keseimbangan ini mungkin kita takkan hidup di dunia yang penuh warna. Bayangkan jika sel saraf penerima sinyal listrik yang dibangkitkan oleh retina tidak ada, maka cahaya matahari tidak berada pada spektrum tampak, bagian lain dari mata tidak bekerja secara utuh.
Begitu sempurnanya sistem mata yang terancang dengan sedetail-detailnya. Ambil salah satu yaitu rhodopsin(zat pewarna yang bekerja di dalam retina), dia berhenti fungsinya jika berada pada cahaya yang terang benderang tetapi berfungsi kembali pada kegelapan. Rhodopsin yang menjadikan kita dapat melihat dalam cahaya remang-remang, meningkatkan efesiensi dan dengannya mata membangkitkan impuls saraf dari cahaya remang-remang. Apa yang terjadi jika rhodopsin tidak ada? Maka manusia hanya bisa melihat pada cahaya terang saja tidak pada cahaya remang-remang. Lalu karya seni siapakah sitem yang sempurna ini? Yang pasti bukan hal kebetulan yang terjadi dengan sendirinya, desain unik dalam pembentukan warna adalah ciptaan Allah semata, Allah maha kuasa atas segala sesuatu.
“Allah pencipta langit dan bumi. Apabila Dia hendak menetapkan sesuatu, Dia hanya berkata padanya “jadilah!” maka jadilah sesuatu itu. ”(QS. Al Baqarah: 117)



0 komentar:
Een reactie posten