Semangat
8:01 p.m. Edit This 0 Comments »Secara umum semangat merupakan pengungkapan minat yang menggebu, pengorbanan untuk meraih tujuan, dan kegigihan dalam mewujudkannya. Entah tujuan itu penting atau tidak, tentunya setiap orang mempunyai tujuan. Yah, memang pada hakikatnya setiap orang memiliki tujuan yang ingin dia raih dalam hidupnya. Semangat juga bisa menimbulkan antusiasme seseorang mencapai tujuan yang pada akhirnya akan timbul karakter khas seseorang. Sebagai contoh, antusiasme seorang pelajar mendapatkan nilai yang bagus. Namun, terkadang semangat sebagian orang tidak bisa bertahan karena tidak ada landasan yang kuat. Tidak ada tujuan khusus yang mempertahankan tujuan mereka. Beda dengan orang yang menjadikan iman sebagai landasan semangat, sumber semangat mereka yaitu iman kepada Allah dan tujuan utamanya keridhaan Allah.
Cinta dan persahabatan salah satu suplemen pembangkit semangat. Banyak orang yang mengeluh karena tidak didapatnya cinta dan persahabatan sejati disepanjang hidup mereka. Hal ini memang benar bagi mereka yang hidup di tengah masyarakat jahiliah, yang tidak pernah meraih cinta dan persahabatan sejati yakni cinta dan persahabatan yang kasih sayangnya hanya dorongan kepentingan individu semata. Begitu mendapat keuntungan atau bila tidak didapatnya keuntungan dari cinta dan persahbatan itu, berakhirlah kasih sayangnya.
Namun hal itu tidak pada orang-orang yang beriman, cinta dan persahabatan sejati. Cinta dan persahabatan mereka bukan karena mencari keuntungan melainkan nilai-nilai al-Qur’an lah yang mereka gunakan sebagai dasar kasih sayang, bagaimana mencintai dan dicintai dengan sesungguhnya. Selama pemahaman mengenai hal ini senantiasa ada dan nilai-nilai Qur’ani meliputi diri mereka, kebahagiaan yang diperoleh dari cinta dan persahabatan tidak pernah hilang. Lebih jauh lagi, semakin orang itu memperlihatkan akhlak yang baik, kesenangan dan kebahagiaan yang mereka dapati dari cinta dan persahabatan pun senantiasa meningkat. Disaat mereka memperhatikan satu sama lain sifat-sifat khas pada diri orang-orang yang beriman , maka semangat merekapun semakin tumbuh subur. Oleh karena kecintaan di antara mereka dilandasi oleh sebuah pemahaman tentang persahabatan yang kekal selamanya, maka kecintaan itu tidak akan berkurang atau berakhir dengan adanya kematian. Sebaliknya, justru makin kekal secara sempurna. Dari aspek inilah pemahaman tentang cinta bagi orang-orang beriman berbeda dengan pemahaman masyarakat jahiliah. Cinta dan persahabatan pada masyarakat jahiliah tidak dilandasi niat untuk senantiasa bersama selama-lamanya, maka mereka pun tidak dapat mempraktikkan konsep-konsep kesetiaan, kepercayaan, dan amanah yang sejati. Jika dua orang yang mengaku sebagai kawan membuat suatu syarat khusus yang melandasi persahabatan mereka, maka itu berarti mereka dapat mengakhiri pertemanan mereka kapan saja.
0 komentar:
Een reactie posten